<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/28929668?origin\x3dhttps://fantasy-made-real.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>



blog header


disclaimer
welcome to nandra's blog. if you find it worth your time to stay, then please do. if not then get the hell out of here.

and you are visitor number:
website hit counters
Provided by website hit counters website.

his girl friday.

polaroid,poladroid,beach

it's nandra. they also call her nashz, the history of such name is way too long to elaborate in this little space. she's seventeen. she's a she. she lives a typical metropolitan lifestyle in the capital of Indonesia. she's currently in her senior year of high school, enduring the second and last year of IB Diploma Programme that's totally ruining her life slowly. but she thinks the whole suffering would give her some sort of advantage in the (scarily) near future. she's a CISVer and lovin' every bit of it. oh, she also very much enjoys mango juice, she'd even prefer it than OJ haha. and while we're at it, yes, she might be random from time to time. she wishes you'd be quite patient about it. :)

♥
reading
writing
ear-friendly songs
pop art
photography
adobe photoshop cs3
Grey's Anatomy
McSteamy :)
John O'Callaghan :)
novels by J.K Rowling, Judy Blume, Melissa de la Cruz & Sitta Karina

scream and shout.



lovelies.
manda ♥ febry ♥ rama ♥ op ♥ filza ♥ anya ♥ alvie ♥ mita ♥ ichel ♥ naiida ♥ della ♥ sevira ♥ icha! ♥ sarriiee ♥ rené ♥ cla ♥ rena ♥ sally ♥ mich ♥ ruben ♥ ray ♥ feli ♥ caren ♥ monica ♥ rina ♥

favoured.
ms. karina's page ♠ ms. dessen's page ♠ ms. dessen's blog ♠ ms. rowling's page ♠ ms. dee's page ♠ billbeckett's page ♠ blogskin ♠ prambors ♠ MTV EXIT ♠ thinkMTV ♠ postsecret ♠ perez hilton ♠ teen reads ♠ kambing jantan ♠ Mr.A-Z ♠ overword ♠ hrrrthrrr ♠ crushd. ♠ dave horvitz ♠ ngupingjakarta ♠

iTeddy :)
iTeddy the music-playing bear luuurves music. he listens to it all day long! :p


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com

yesterday.
time flies by in one freakishly swift motion.
impromptu insights at midnight
oh the irony
ass-kicked. bummer.
a little something from a land thousands of miles ...
i hate this part right here.
hey, a girl can wish right?
repeat-one
poem of the week :)
a series of happy endings

yesteryear.
May 2006 ♣ June 2006 ♣ July 2006 ♣ August 2006 ♣ September 2006 ♣ October 2006 ♣ November 2006 ♣ December 2006 ♣ January 2007 ♣ February 2007 ♣ March 2007 ♣ April 2007 ♣ May 2007 ♣ June 2007 ♣ July 2007 ♣ August 2007 ♣ September 2007 ♣ October 2007 ♣ November 2007 ♣ December 2007 ♣ January 2008 ♣ February 2008 ♣ March 2008 ♣ April 2008 ♣ May 2008 ♣ June 2008 ♣ July 2008 ♣ August 2008 ♣ September 2008 ♣ October 2008 ♣ November 2008 ♣ December 2008 ♣ January 2009 ♣ February 2009 ♣ March 2009 ♣ April 2009 ♣ May 2009 ♣ June 2009 ♣ July 2009 ♣ August 2009 ♣ September 2009 ♣ October 2009 ♣ November 2009 ♣ December 2009 ♣ January 2010 ♣ February 2010 ♣ March 2010 ♣ April 2010 ♣ May 2010 ♣

categorised.
thankyous.

© nandra 2009
tutorials from [link]
hosted by blogger
Sunday, August 16, 2009 // 12:57 AM
Hujan Meteorku, Bintang Jatuhku, Segalaku :)

gatau mau dipasang dimana hehe. something yg gw buat tengah malem ketika dilanda insomnia kronis :)
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Aku benar-benar tidak tahu kekuatan macam apa yang bisa membuatku mengangguk setuju ketika kau memaksaku untuk menyetir ke Puncak di larut malam. “Tapi kan, ini nggak akan terjadi lagi dalam waktu yang lama, Angga! Aku bener-bener pengen liaaat!” katamu manja.

“Irene, Perseids muncul setahun sekali. It’s not like its Haley’s comet or anything!”

“Oh, ayolah! Kita masih muda, we should learn to jump at the first chance we get!” Aku tidak tahu lagi apa yang terjadi setelah itu. Tapi yang jelas aku sudah di balik setir mobil dan masuk tol Jagorawi kearah Puncak. Lagu Chicago sari Sufjan Stevens mengalun dari radio mobilku.

Lampu baca kau nyalakan, agar kau bisa melahap fakta-fakta astronomi yang memang ingin kau dalami itu. Aku tersenyum mengingat pernyataanmu yang ingin melihat segala fenomena astronomi sebanyak mungkin, mulai dari aurora borealis sampai komet Halley – yang diperkirakan baru akan muncul pada tahun 2061. Aku tidak terlalu mengerti mengapa aku sampai tersenyum sendiri mengingat hal itu, mungkin karena kau selalu bersinar lebih terang jika kau membicarakan tentang ketertarikanmu pada ilmu astronomi – satu hal yang, menurut pengalamanku, jarang kutemui pada seorang wanita.

Tak lama setelah itu, jalanan yang lenggang membawa kami ke sebuah pelataran di dekat Puncak Pass. Di sekitar masih ada beberapa pedangang jagung bakar dan warga lainnya yang berkumpul untuk melihat fenomena astronomi ini. Kami bertengger di atap mobilku. Kamu dengan tenang melahap jagung bakar sambil terus menengadah ke atas. Aku juga melakukan hal yang sama, namun aku tidak bisa menahan impuls untuk sesekali menoleh untuk menatap keindahan lain. Keindahan seorang Hawa yang bertengger manis di atas atap mobilku.

Aku tidak tahu kekuatan apa yang kau miliki, wahai Dewi, tapi aku tahu kekuatanmu mampu membuatku bersedia melakukan apa saja asal itu adalah untukmu dan bersamamu. Aku bersedia melakukan apa saja asal itu berarti aku bisa ditemani oleh ukiran senyum indahmu.

“Sebentar lagi.” Ujarmu sambil mengecek jam tanganmu. Hujan meteor Perseids itu diperkirakan akan muncul pukul satu pagi, atau paling tidak itu yang aku dengar dari orang-orang. Sekarang sudah pukul satu kurang sepuluh. Disekitar kami, semua pasang mata menatap tajam ke langit hitam yang dibanjiri bintang-bintang dan disinari oleh cahaya rembulan.

Aku tidak tahu menahu tentang astronomi sedikit pun, tapi apa yang baru saja aku lihat adalah salah satu fenomena semesta terindah yang pernah aku saksikan. Langit yang tidak berawan itu tidak hanya dibanjiri bintang, namun tiba-tiba dihiasi oleh sekelebat sinar yang berjatuhan. Bagaikan hujan, memang, tapi kali ini bukan air yang melintasi langit, tapi sinar-sinar mengkilap yang menghiasi langit. Aku mengerti sekarang kenapa kamu bersikeras mengajakku kesini.

“Jangan lupa, make a wish, Ngga.” Bisikku pelan ke telingaku. Aku hanya tersenyum mendengar kata-kata yang meluncur dari mulutmu.

Malam ini sepertinya lebih dari apa yang bisa aku utarakan kepada meteor-meteor itu. Aku tidak perlu mengajukan pinta apa-apa kepadanya karena aku sudah mendapatkannya dari sejak pertama kali aku mengenal dirimu. Hari-hariku dipenuhi dengan keindahan yang tak tertandingi semenjak kau muncul dalam hidupku. Setiap hari matahari bersinar cerah dimana kau berada, walau langit mendung sekalipun dan petir menyambar penuh amarah. Setiap malamku dihiasi oleh bintang-bintang dan fenomena astronomi lainnya, walau malam itu para bintang enggan menunjukkan wujudnya. Setiap jam bagiku adalah pukul 11:11, karena tak ada waktu dimana aku tidak mengharapkan kehadiranmu.

Semua itu tak perlu kuutarakan kepada para bintang, karena aku yakin mereka sudah tahu. Aku yakin semua itu karena para bintang jatuh itu tahu mereka telah mengirimkan kaumnya yang paling bersinar kepadaku. Karena engkau, adalah hujan meteorku, bintang jatuhku, sinar auroraku, segalaku. Engkau adalah seluruh fenomena astronomi dan lebih dari itu.

Dalam hati, aku tetap membuat suatu permintaan kepada meteor-meteor itu. Berikanlah aku keberanian untuk menyatakan apa yang seharusnya kunyatakan selama ini.

Aku pun memberanikan diriku untuk menggenggam erat tanganmu dan menatap dalam matamu yang indah itu. Kuutarakan segala yang baru saja terlintas dipikiranku. Bahwa engkau adalah hujan meteorku, bintang jatuhku, sinar auroraku, segalaku. Akan kuulang sampai kau bosan. Karena fakta itu tidak akan pernah luntur.

Kau adalah hujan meteorku.

Bintang jatuhku.

Sinar auroraku.

Segalaku.

Kau ulangi kata-kata itu dari bibir manismu.

Hujan meteorku.

Bintang jatuhku.

Sinar auroraku.

Segalaku.

Bumi berhenti berputar untukku dan untukmu sejenak. Yang ada hanyalah aku, kamu dan hujan meteor Perseids yang menjadi saksi bersatunya dua insan yang adalah aku dan kamu.

Labels: